a. habis terlebih dahulu dan air tetap.
b. habis belakangan setelah air menguap
c. menguap lebih sedikit daripada air
d. menguap lebih banyak daripada air.
a. pemisahan campuran dengan
b. biasanya untuk pemisahn bahan yang
c. pemisahan dengan melalui fase cair
d. untuk memperoleh kamfer dan iod.
a. dalam bentuk larutan / cair
b. dalam bentuk gas
c. titik didihnya berjauhan
d. tahan panas
a. habis terlebih dahulu dan air tetap.
b. habis belakangan setelah air menguap
c. menguap lebih sedikit daripada air
d. menguap lebih banyak daripada air.
a. sederhana c. kompleks
b. pelarut d. ganda
a. ukuran partikel c. pengendapan
b. kelarutan d. titik didih
a. pemurnian air dari mikroorganisme
b. pemurnian logam
c. pemurnian garam dapur
d. pemurnian mineral
a. filtrasi-melarutkan-kristalisasi
b. melarutkan-filtrasi-kristalisasi
c. melarutkan-kristalisasi-filtrasi
d. filtrasi-kristalisasi-melarutkan
a. kelarutan dalam pelarut tertentu
b. daya absorbsi bahan penyerap
c. volatilitas
d. ukuran partikel
1. Antosianin adalah sumber zat pewarna alami yang dapat diperoleh dari ….
a. Daun pandan c. buah apel
b. wortel d. gula
2. Manakah yang tidak boleh dipakai untuk mewarnai makanan ?
a. Kurkumin c. Indigo karmin
b. Amarant d. Cokelat HT
3. Berikut ini adalah bahan-bahan yang dapat menyerap kelembaban makanan,
kecuali …..
a. Gula merah c. gula pasir
b. Garam dapur d. air kelapa
4. Klepon merupakan salah satu jenis makanan tradisional dari jawa. Zat
pewarna hijau alami yang digunakan untuk mewarnai klepon itu berasal dari
a. Kulit pohon mahoni c. daun jeruk
b. Daun pandan d.Batang serai
5. Kayu manis merupakan salah satu
a. Pewarna alami c. Pemanis alami
b. Pengawet alami d. penyedap alami
6. Andika membeli daging kalengan di supermarket. Saat dibuka, ia mencium bau
busuk dari daging itu. Kemungkinan penyebabnya adalah ….
a. Tidak memakai bahan pengawet
b. Telah kadaluwarsa
c. Pembuka kaleng tidak bersih
d. Menggunakan pengawet buatan
7. Para pedagang es di pinggir jalan cenderung menggunakan siklamat dari pada
gula pasir. Salah satu alasannya adalah ….
a. Siklamat lebih menyehatkan
b. Siklamat lebih manis
c. Dagangan cepat habis
d. Lebih tahan lama
8. Gejala Chinese Restaurant Syndrome berupa mual, pusing dan muntah
disebabkan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat aditif ….
a. Asam benzoate c. MSG
b. Siklamat d. kurkumin
9. The contens of chemicals in food can look from their packaging, that is in
the part of ….
a.Packaging material c. indication
b.packaging colour d. composition
10. Bahan alami yang dapat digunakan sebagai pengawet makanan , kecuali .....
a. garam c. gula pasir
b. Asam jawa d. laos
11. Berikut ini adalah proses pengawetan makanan secara alami, kecuali…
a. Pengasapan ikan
b. Pembuatan telur asin
c. Pembuatan tempe
d. Pembuatan manisan nangka
12. A date printed on the package of food and drug product that indicates the
time after which the should not be used is called …..
a. Dead line date c. final date
b. Latest date d. expiration date
13. An antioxidant added in food function for….
a. Giving excessive sweet taste
b. Giving oxidation process in foods
c. Inhibiting decomposition
d. Maintaining the taste and colour of food
14. Giving any flavor in foods purposes to ….
a. Rise colour c. rise durability
b. Rise deliciousness d. make it soft
15. Bahan kimia buatan yang dikonsumsi secara terus-nenerus dapat mengakibatkan
dampak pada manusia, antara lain….
a. Kanker c. infeksi
b. paru paru basah d. jantung koroner
16. Rasa manis pada suatu makanan disebabkan oleh kandungan gula yang terdapat
di dalamnya. Berikut ini adalah nama-nama gula kecuali …..
a. Glukosa c. maltose
b. Asam asetat d. sukrosa
17. Dalam kemasan serbuk minuman suplemen tertulis komposisi bahan sebagai
berikut :
- Taurin ……………….. 1000 mg
- Nikotinamid ……………. 18 mg
- Kafein ……………………… 50 mg
- Ekstrak ginseng ……….250 mg
- Royal jelly …………………. 2 mg
- Asam sitrat, natrium bikarbonat
- Tartrazin C1 191140
- Aspartam, Natrium siklamat
Di antara bahan di atas yang merupakan pengawet dan pemanis buatan
berturut-turut adalah ...
a. Asam sitrat dan aspartam
b. Natrium benzoate dan royal jelly
c. Asam sitrat dan natrium bikarbonat
d. Taurin dan kafein
18. Seorang pemabuk dapat berbuat di luar kesadarannya, karena ….
a. Alkohol mengganggu koordinasi motorik
b. Alkohol menyempitkan pembuluh darah
c. Minuman keras merusak kerja otak
d. Minuman keras mengurangi konsentrasi
19. Gas CO yang terisap perokok aktif maupun pasif dapat mengakibatkan Kadar
oksigen dalam darah berkurang . Hal ini karena gas CO adalah…
a.Mengurangi volume udara di paru-paru
b.Bereaksi dengan oksigen di paru paru
c.Menutup permukan sel-sel darah
d.Cepat bereaksi dengan sel darah merah
20. Kokain termasuk jenis stimulan. Zat ini mempunyai efek :
a. Meningkatkan kerja saraf pusat
b. Menimbulkan halunisasi.
c. Mengendorkan kerja saraf pusat
d. Memasifkan saraf pusat
21. Psikotrpika berikut yang berasal dari tanaman papoversomniferum adalah …
a. ganja dan kokain c.Morfin dan heroin
b. Kokain dan heroin d.Morfin dan heroin
22. Dalam dunia kedokteren morfin digunakan sebagai …..
a.obat tidur
b. Mengaktifkan syaraf yang mati
c. penawar rasa sakit
d. obat bius
23. Berikut ini alasan seseorang melakukan
penyalahgunaan zat aditif dan psikotrpika,
kecuali ….
a. Rasa ingin tahu yang berlebihan
b. Tekanan atau pengaruh dari lingkungan
c. Broken home
d. Keinginan memacu aktivitas
24. Withdrawal syndrome adalah efek penggunaan zat adiktif yang berupa
a. Penurunan daya penglihatan
b. Rasa sakit yang timbul jika tidak mengonsumsi zat adiktif tertentu
c. Rusaknya organ tubuh
d. Ketakutan yang tidak beralasan
25. Salah satu penyembuhan korban ketagihan zat adiktif dan psikotropika
dapat dilakukan dengan cara terapi …
a. Fisik dengan proses detoksifikasi
b. Psikis dengan konseling atau bimbingan
c. Psikis dengan akupuntur
d. Fisik dengan metode pengurangan dosis
26. Psikotropika berikut digunakan dalam dunia kesehatan sebagai obat
penenang, kecuali …
a. chloral hydrat c. Benzodiazepine
b. methakualone d. Amphetamine
27. Kegunaa zat adiktif dan psikotropika dalam kehidupan sebagai obat ….
a. Penawar rasa sakit dan anesthesia bagi pasien di ruang operasi
b. Perangsang bagi atlet atau olahragawan
c. Penenang bagi peserta ujian
d. Penghilang depresi bagi anak-anak sekolah
28. Berikut ini yang bukan merupakan dampak negative ketagihan psikotropika
adalah ..
a. Ketidaktabilan emosi
b. Meningkatnya kewaspadaan
c. Kematian
d. Rentan terhadap penyakit menular
29. Dampak negative obat-obat psikotropika dari golongan depresant adalah
sebagai berikut, kecuali …
a. Serangan jantung
b . Kerusakan ginjal
c. Kesakiatan dan kejang-kejang
d. Halusinasi
30. Dampak social bagi seseorang yang menggunakan NAPZA
( narkotika,psikotropika dan zat adiktif) adalah sebagai berutikut kecuali …
a. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
b. Pendidikan terganggu
c. Sangat sensitive dan mudah tersinggung
d. Dikucilkan lingkungan
31. Obat yang digunakan untuk mengobati rasa sakit dan pembiusan sebelum
dilakukan pembedahan di rumah sakit adalah…
a. Ganja c. morfin
b. Marijuana d. opium
32. Berikut ini adalah pengaruh yang ditimbulkan pada bayi akibat ibu yang
merokok, kecuali ….
a. Berat badan bayi kecil
b. Bayi sering sakit-sakitan
c. Bayi lahir prematur
d. Kelahiran bayi sulit
33. Berikut ini yang termasuk pengaruh alcohol dalam jangka panjang adalah..
a. Terganggu fungsi otak
b. Kerja saraf terganggu
c. Berbicara pelo
d. Terserang penyakit maag kronis
34. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bersama-sama oleh
pencandu Napza dapat menyebabkan…
a. Tingginya terkena penyakit jantung
b. Tingginya resiko penyakit darah tinggi
c. Tingginya resiko terinfeksi virus HIV
d. Tingginya resiko terkena penyakit diabetes
35. Yang bukan ciri fisik perokok ialah ……
a. Gigi kuning karena nikotin
b. Bibir kehitam-hitaman
c. Muka merah
d. Kuku kekuning-kuningan
36. Berikut ini akibat yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok, kecuali….
a. Kanker paru-paru
b. Penyakit jantung
c. Sakit maag
d. Stroke
37. Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat
digolongkan menjadi 3 golongan, salah satunya adalah golongan depresan,
yang termasuk jenis depresan adalah …
a. Ganja c. kokain
b. Morfin d.shabu-shabu
38. Yang termasuk Golongan Halusinogen. Adalah jenis ….
a. Morfin c.kokain
b. Shabu-shabu d. ganja
39. Zat psikotropika berikut berwarna kristal putih,rasanya pahit, lebih mudah
larut, nama jalanan; happy dust,snow/salju, psikotropika tersebut
Adalah …..
a. Morfin c. kokain
b. Ganja d.heroin
40. Pencandu NAPZA akan mengalami perubahan sikap dan prilaku sebagai berikut,
kecuali ….
a. Pola tidur berubah.
b.Sering berpergian sampai larut malam
c.menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain.
d.Sering berada di rumah temannya.
I. PENDAHULUAN :
Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.
NARKOTIKA :
Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Narkotika terdiri dari 3 golongan :
1. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja.
2. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin.
3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Codein.
PSIKOTROPIKA :
Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.
Psikotropika terdiri dari 4 golongan :
1. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi.
2. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amphetamine.
3. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital.
4. Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ).
ZAT ADIKTIF LAINNYA :
Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi :
1. Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari – hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol :
a. Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ).
b. Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur )
c. Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker ).
2. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin.
3. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat.
Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.
Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan :
1. Golongan Depresan ( Downer ). Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda ( Morfin, Heroin, Codein ), sedative ( penenang ), Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas ).
2. Golongan Stimulan ( Upper ). Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain.
3. Golongan Halusinogen. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: Kanabis ( ganja ).
II. PENYALAHGUNAAN NAPZA :
Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah :
1. Opiada, terdapat 3 golonagan besar :
a. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin, Opium, Codein.
b. Opioda semisintetik : Heroin / putauw, Hidromorfin.
c. Opioda sintetik : Metadon.
Nama jalanan dari Putauw : ptw, black heroin, brown sugar.
Heroin yang murni berbentuk bubuk putih, sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan.
Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw, yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. Morfin, Codein, Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat, misalnya pada opreasi, penderita cancer.
Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri, mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh.
2. KOKAIN :
Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut
Nama jalanan : koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju.
Cara pemakainnya : membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.
Efek pemakain kokain : pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah.
3. KANABIS :
Nama jalanan : cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang.
Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica.
Cara penggunaan : dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.
Efek rasa dari kanabis tergolong cepat, pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan ( euphoria ), sering berfantasi / menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitive, kering pada mulut dan tenggorokan.
4. AMPHETAMINE :
Nama jalanan : seed, meth, crystal, whiz.
Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet.
Cara penggunaan : dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air.
Ada 2 jenis Amphetamine :
a. MDMA ( methylene dioxy methamphetamine )
Nama jalanan : Inex, xtc.
Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul.
b. Metamphetamine ice
Nama jalanan : SHABU, SS, ice.
Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus ( boong ).
5. LSD ( Lysergic Acid ).
Termasuk dalam golongan halusinogen.
Nama jalanan : acid, trips, tabs, kertas.
Bentuk : biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul.
Cara penggunaan : meletakan LSD pada permukaan lidah, dan bereaksi setelah 30 – 60 menit kemudian, menghilang setelah 8 – 12 jam.
Efek rasa : terjadi halusinasi tempat, warna, dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama – lama menjadikan penggunaanya paranoid.
6. SEDATIF – HIPNOTIK ( BENZODIAZEPIN ) :
Termasuk golongan zat sedative ( obat penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ).
Nama jalanan : Benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp.
Cara pemakaian : dengan diminum, disuntikan, atau dimasukan lewat anus.
Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang, stress, serta sebagai obat tidur.
7. SOLVENT / INHALASI :
Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya : Aerosol, Lem, Isi korek api gas, Tiner, Cairan untuk dry cleaning, Uap bensin.
Biasanya digunakan dengan cara coba – coba oleh anak di bawah umur, pada golongan yang kurang mampu.
Efek yang ditimbulkan : pusing, kepala berputar, halusinasi ringan, mual, muntah gangguan fungsi paru, jantung dan hati.
8. ALKOHOL :
Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia
Diperoleh dari proses fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi – umbian yang mengahasilkan kadar alkohol tidak lebih dari 15 %, setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi, bahkan 100 %.
Nama jalanan : booze, drink.
Efek yang ditimbulkan : euphoria, bahkan penurunan kesadaran
III. PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN
Penyalahguanaan adalah : penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan fungsi sosial.
Ketergatungan adalah : keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah ( toleransi ), apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat ( withdrawal symptom ).
# PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA
Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor :
1. Faktor individual :
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri – ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA :
a. Cenderung memberontak
b. Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi, cemas.
c. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada
d. Kurang percaya diri
e. Mudah kecewa, agresif dan destruktif
f. Murung, pemalu, pendiam
g. Merasa bosan dan jenuh
h. Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan
i. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode
j. Identitas diri kabur
k. Kemampuan komunikasi yang rendah
l. Putus sekolah
m. Kurang menghayati iman dan kepercayaan.
2. Faktor Lingkungan :
Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat.
Lingkungan Keluarga :
a. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik
b. Hubungan kurang harmonis
c. Orang tua yang bercerai, kawin lagi
d. Orang tua terlampau sibuk, acuh
e. Orang tua otoriter
f. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya
g. Kurangnya kehidupan beragama.
Lingkungan Sekolah :
a. Sekolah yang kurang disiplin
b. Sekolah terletak dekat tempat hiburan
c. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif
d. Adanya murid pengguna NAPZA.
Lingkungan Teman Sebaya :
a. Berteman dengan penyalahguna
b. Tekanan atau ancaman dari teman.
Lingkungan Masyrakat / Sosial :
a. Lemahnya penegak hukum
b. Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.
Faktor – faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi makin banyak faktor – faktor diatas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA.
# GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA :
1. Perubahan Fisik :
- Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo ( cadel ), apatis ( acuh tak acuh ), mengantuk, agresif.
– Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal.
– Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun.
– Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.
2. Perubahan sikap dan perilaku :
- Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang bertanggung jawab.
– Pola tidur berubah, begadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja.
– Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin.
– Sering mengurung diri, berlama – lama di kamar mandi, menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain.
– Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain.
– Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas penggunaannya, mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga, mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi.
– Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan pencurigaan, tertutup dan penuh rahasia.
# PENGARUH PENYALAHGUNAAN NAPZA
NAPZA berpengaruh pada tubuh manusia dan lingkungannya :
1. Komplikasi Medik : biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama. Pengaruhnya pada :
a. Otak dan susunan saraf pusat :
- gangguan daya ingat
- gangguan perhatian / konsentrasi
- gangguan bertindak rasional
- gagguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi
- gangguan motivasi, sehingga malas sekolah atau bekerja
- gangguan pengendalian diri, sehingga sulit membedakan baik / buruk.
b. Pada saluran napas : dapat terjadi radang paru ( Bronchopnemonia ). pembengkakan paru ( Oedema Paru )
c. Jantung : peradangan otot jantung, penyempitan pembuluh darah jantung.
d. Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik, hubungan seksual.
e. Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS.
Para pengguna NAPZA dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi, mereka mau melakukan hubungan seksual demi mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. Penyakit Menular Seksual yang terjadi adalah : kencing nanah ( GO ), raja singa ( Siphilis ) dll. Dan juga pengguna NAPZA yang mengunakan jarum suntik secara bersama – sama membuat angka penularan HIV / AIDS semakin meningkat. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum suntik dan hubungan seksual, selain melalui tranfusi darah dan penularan dari ibu ke janin.
f. Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan.
g. Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik, sehingga mereka sering menggunakan baju lengan panjang.
h. Komplikasi pada kehamilan :
- Ibu : anemia, infeksi vagina, hepatitis, AIDS.
- Kandungan : abortus, keracunan kehamilan, bayi lahir mati
- Janin : pertumbuhan terhambat, premature, berat bayi rendah.
2. Dampak Sosial :
a. Di Lingkungan Keluarga :
· Suasana nyaman dan tentram dalam keluarga terganggu, sering terjadi pertengkaran, mudah tersinggung.
· Orang tua resah karena barang berharga sering hilang.
· Perilaku menyimpang / asosial anak ( berbohong, mencuri, tidak tertib, hidup bebas) dan menjadi aib keluarga.
· Putus sekolah atau menganggur, karena dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan, sehingga merusak kehidupan keluarga, kesulitan keuangan.
· Orang tua menjadi putus asa karena pengeluaran uang meningkat untuk biaya pengobatan dan rehabilitasi.
b. Di Lingkungan Sekolah :
· Merusak disiplin dan motivasi belajar.
· Meningkatnya tindak kenakalan, membolos, tawuran pelajar.
· Mempengaruhi peningkatan penyalahguanaan diantara sesama teman sebaya.
c. Di Lingkungan Masyarakat :
· Tercipta pasar gelap antara pengedar dan bandar yang mencari pengguna / mangsanya.
· Pengedar atau bandar menggunakan perantara remaja atau siswa yang telah menjadi ketergantungan.
· Meningkatnya kejahatan di masyarakat : perampokan, pencurian, pembunuhan sehingga masyarkat menjadi resah.
· Meningkatnya kecelakaan.
# UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA :
Upaya pencegahan meliputi 3 hal :
1. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi.
Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA.
Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik.
2. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.
3. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.
Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA :
1. Mengasuh anak dengan baik.
- penuh kasih sayang
- penanaman disiplin yang baik
- ajarkan membedakan yang baik dan buruk
- mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab
- mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.
2. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat
Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.
3. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.
4. Orang tua menjadi contoh yang baik.
Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak.
5. Kembangkan komunikasi yang baik
Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak.
6. Memperkuat kehidupan beragama.
Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.
7. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak
Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA :
1. Upaya terhadap siswa :
· Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan NAPZA.
· Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di sekolah.
· Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok.
· Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ).
· Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan NAPZA untuk bisa menghentikannya.
· Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari.
2. Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah :
· Razia dengan cara sidak
· Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah
· Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru
· Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.
· Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah.
3. Upaya untuk membina lingkungan sekolah :
· Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik.
· Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah
· Sikap keteladanan guru amat penting
· Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.
Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan NAPZA:
1. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama- sama.
2. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan NAPZA sehingga masyarakat dapat menyadarinya.
3. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA.
4. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA.
IV. KESIMPULAN
Masalah penyalahguanaan NARKOBA / NAPZA khususnya pada remaja adalah ancaman yang sangat mencemaskan bagi keluarga khususnya dan suatu bangsa pada umumnya. Pengaruh NAPZA sangatlah buruk, baik dari segi kesehatan pribadinya, maupun dampak sosial yang ditimbulkannya.
Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja, melainkan menjadi tugas kita bersama. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik, tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut.
Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA.
V. SUMBER
Sumber kami dalam menyusun makalah ini adalah :
1.
1. Survey di Internet. (www.anti.or.id).
2. Survey kepada beberapa Narasumber, antara lain :
a. 5 Anggota Polri.
b. 3 Orang Pemakai.
c. 10 Orang bukan Pemakai.
Tempat survey tidak kami tulis dalam makalah ini, karena permintaan dari narasumber.
Sebagaimana yang didefinisikan oleh badan pangan dan pertanian dunia FAO (Food and Agriculture Organization), bahan aditif atau BTM (Bahan Tambahan Makanan) adalah senyawa yang dengan sengaja dimasukkan atau ditambahkan ke dalam makanan dan terlihat dalam proses pengolahan, pengemasan, dan atau penyimpanan serta bukan merupakan bahan utama.
Sedangkan menurut UU no.7 1996 Republik Indonesia, bahan aditif adalah bahan yag dimasukkan ke dalam makanan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan.
Secara umum pemberian bahan tambahan makanan bertujuan untuk :
Meningkatkan nilai gizi makanan
Memperbaiki nilai sensori (bau, rasa, dan warna) makanan
Memperpanjang masa simpan makanan
Bahan tambahan makanan dibagi menjadi 2 yaitu :
Bahan tambahan makanan alami, yaitu bahan tambahan makanan yang diperoleh langsung dari alam
Contoh : berbagai jenis tanaman dan hewan
Bahan tambahan makanan buatan (sintesis), yaitu bahan tambahan makan yang berasal dari berbagai bahan kimia dan biasanya, dibuat di pabrik
Contoh : formalin, boraxs, dll.
PEWARNA MAKANAN
Pewarna makanan adalah bahan atau zat yang membuat makanan terlihat lebih berwarna.
Pewarna makanan dibagi menjadi 2 yaitu :
Pewarna makanan Alami
Pewarna alami merupakan pewarna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau hewan yang lebih aman untuk dikonsumsi.
Contohnya :
Karotenoid adalah kelompok zat warna yang meliputi warna kuning, oranye, dan merah. Biasanya terdapat pada tomat, wortel, cabai merah, dan jeruk. Sedangkan dari hewan terdapat dalam lobster dan kulit udang.
Antosianin meliputi warna oranye, merah, dan biru. Terkandung dalam buah anggur, stroberi, apel, bunga mawar, buah belimbing wuluh, dan bunga telang.
Kurkumin merupakan kelompok zat warna kuning dan oranye. Dapat diperoleh dari kunyit.
a. Pewarna makanan Buatan (Pewarna sintesis)
Pewarna buatan adalah pewarna yang biasanya dibuat dipabrik-pabrik dan berasal dari suatu reaksi kimia.
Contoh-contoh zat pewarna sintesis yang digunakan antara lain indigoten, allura red, fast green, tartrazine, dan sunset yellow.
Beberapa pewarna sintesis yang dilarang penggunaannya namun masih sering digunakan adalah amaranth, rhodamin B, ponceau SX, dan methanyl yellow.
Pada dasarnya, zat-zat tersebut digunakan untuk keperluan industri, oleh kerena faktor perekonomian, zat-zat tersebut disalah gunakan dan muncullah suatu produk yang menggunakan zat pewarna sintesis. Mengapa? Karena zat pewarna sintesis untuk industri ini lebih murah dibandingkan zat pewarna alami.
Pemanis Makanan
Pemanis adalah senyawa yang dapat memberikan rasa manis pada makanan baik pemanis alami maupun pemanis sintesis
Seperti halnya pewarna makanan, pemanis makanan juga dibagi menjadi 2 macam yaitu :
Pemanis Alami
Madu adalah salah satu pemanis tertua. Selain madu, pemanis alami lain contoh nya tebu dan sirop jagung.
Pemanis Buatan (sintesis)
Pemanis buatan yang banyak beredar di pasaran adalah sakarin, siklamat, aspartam, dan asesulfam K dan biasanya bahan-bahan ini digunakan untuk makanan-makanan yang rendah kalori
Sakarin adlah pemanis buatan yang memiliki tingkat kemanisan 300 kali sukrosa. Sukrosa adalah komponen utama dalam gula pasir. Hasil penguji pada hewan membuktikan bahwa sakarin dapat menimbulkan kanker walaupun hal ini belum dapat dibuktikan pada manusia.
Siklamat, pemanis buatan dengan tingkat kemanisan 30 kali lebih manis dari sukrosa dan tidak meninggalkan rasa tertentu. Karena siklamat dapat berubah menjadi sikloheksilamina pada saat di usus dan bersifat karsinogen, pemakaiannya dilarang di Amerika, Kanada, dan Inggris sejak tahun 1970.
Aspartam mulai dikenal pada tahun 1980-an. Tingkat kemanisan aspartam 200 kali lebih manis dari sukrosa.
Asesulfam K mempunyai tingkat kemanisan 200 kali sukrosa. Pemanisan buatan ini telah dicap sebagai pemanis buatan yang aman selama penggunaannya baik dan benar.
Pengawet makanan adalah bahan tambahan makanan yang dapat mencegah atau menghambat terjadinya fermentasi, pengasaman, atau penguraian terhadap makanan yang disebabkan oleh mikrooganisme.
PEGAWET MAKANAN
Pengawet makanan dibedakan menjadi 2, yaitu :
Pengawet Alami
Contoh cara pengwetan alami adalah dengan garam, dengan menyimpannya di suhu yang rendah dan denga pengeringan.
Salah satu metode pengawetan alami yang sudah dilakukan masyarakat luas selama bertahun tahun adalah penggunaan garam atau NaCl. Larutan garam yang masuk ke dalam jaringan diyakini mampu menghambat pertumbuhan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, sehingga makanan tersebut jadi lebih awet.
Pengawetan dengan garam ini memungkinkan daya simpan yang lebih lama dibanding dengan produk segarnya yang hanya bisa bertahan beberapa hari atau jam saja.
Metode lain yang dianggap aman adalah pengawetan dengan menyimpan bahan pangan tersebut pada suhu rendah. Suhu di bawah nol derajat Celcius mampu memperlambat reaksi metabolisme, disamping mencegah perkembangbiakan mikroorganisme yang bisa merusak makanan. Prosedur pengawetan melalui pembekuan ini bisa membuat makanan awet disimpan selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan.
Cara lain yang juga kerap dilakukan untuk mengawetkan makanan adalah pengeringan, karena air bebas merupakan faktor utama.
Pengawet Buatan (sintesis)
Contoh-contoh bahan atau senyawa buatan adalah Sulfur Dioksida (SO2), Kalium nitrit, Kalsium Propionat/Natrium Propionat, Kalium Asetat, formalin dan boraxs.
Sulfur Dioksida, bahan pengawet yang banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, sirup dan acar. Meski bermanfaat, penambahan bahan pengawet tersebut berisiko menyebabkan perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.
Kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air. Bahan ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Bila penggunaan nitrit lebih dari batas, bisa menyebabkan keracunan, dan dapat mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, menyebabkan kesulitan bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan Muntah-muntah.
Kalsium Propionat/Natrium Propionat keduanya yang termasuk dalam golongan asam propionat sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Penggunaaan melebihi angka maksimum bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
Formalin adalah bahan yang mengandung Formaldehyde, Larutan 40 % & Tablet. Digunakan untuk mengawetkan jenazah, pembasmi lalat, bahan perekat plywood, partikel
Makanan yang asam umumnya ditambahi bahan pengawet ini. Padahal bahan pengawet ini diduga bisa menyebabkan rusaknya fungsi ginjal.
Papan tulis, plastik, pupuk, pengawet. Mengkonsumsi formalin memungkinkan kegagalan peredaran darah yang berujung ke kematian.
Borax adalah senyawa kimia yangberasal dari kata asam borat. Ciri-cirinya, berwarna putih dan tidak berbau. Banyak digunakan pada sabun, untuk mematri logam dan proses pembuatan gelas dan enamel, pengawet kayu, dan pembasmi kecoa.
Jika terkonsumsi, Boraks diserap dan disimpan secara kumulatif dalam hati, otak dan testis. Bila dosis boraks sudah kumulatif / tinggi, dapat mengakibatkan kematian
PENYEDAP RASA DAN PENGUAT RASA
Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa merupakan bahan tambahan makanan yang dapat memberikan atau menambah rasa lezat dan aroma yang sedap pada makanan
Penyedap rasa dan aroma ada 2 jenis :
Penyedap rasa dan aroma Alami
Penyedap rasa alami berasal dari rempah-rempah, contohnya bawang merah,bawang putih, lada, kunyit, jahe, lengkuas, daun salam, daun sereh, daun jeruk purut, daun kemangi, ketumbar, kayumanis, dan cengkeh.
Penyedap rasa dan aroma Buatan (sintesis)
Penyedap rasa sintesis bukanlah hal yang asing lagi bagi kita. Hampir setiap hari kita mengkonsumsinya.
Contoh-contoh bahan penyedap buatan dalam minuman adalah benzaldehida (perasa rasa lobi-lobi/leci), amil asetat (perasa rasa pisang), etil butirat (perasa rasa nanas), dan metil antranilat (perasa rasa anggur).
Selain penyedap rasa minuman ada juga contoh-contoh penyedap rasa dalam makanan. Contohnya, kaldu instan, vetsin, saus tomat, dan saus cabai.
Vetsin mengandung bahan kimia Monosodium Glutamat atau yang sering kita kenal dengan MSG. MSG berfungsi memperkuat rasa masakan dan aroma makanan tersebut.
Meskipun MSG dikonsumsi oleh semua orang, MSG mempunyai pengaruh atau efek buruk untuk beberapa orang. Orang yang tidak cocok mengkonsumsi MSG akan menimbulakan gangguan kesehatan pada diri konsumen itu sendiri seperti alergi
Contoh gejala-gejala yang ditimbulkan dari MSG adalah pusing, muntah-muntah, mual, dan sesak napas.
PENGAWETAN SECARA BIOLOGI
Peragian (Fermentasi)
Merupakan proses perubahan karbohidrat menjadi alkohol.
Enzim
Enzim adalah suatu katalisator biologis yang dihasilkan oleh sel-sel hidup dan dapat membantu mempercepat bermacam-macam reaksi biokimia.
Enzim Bromalin
Aktifitasnya dipengaruhi oleh kematangan buah, konsentrasi pemakaian, dan waktu penggunaan. Untuk memperoleh hasil yang maksimum sebaiknya digunakan buah yang muda.
Enzim Papain
Enzim papain biasa diperdagangkan dalam bentuk serbuk putih kekuningan, halus, dan kadar airnya 8%. Enzim ini harus disimpan dibawah suhu 60o C. Pada 1 (satu) buah pepaya dapat dilakukan 5 kali sadapan. Tiap sadapan menghasilkan + 20 gram getah.
Menggunakan bahan-bahan kimia, seperti gula pasir, garam dapur, nitrat, nitrit, natrium benzoat, asam propionat, asam sitrat, garam sulfat, dan lain-lain.
PENGAWETAN SECARA KIMIA
Asam propionat (natrium propionat atau kalsium propionat)
Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang digunakan adalah 0,32 % atau 3,2 gram/kg bahan. sedangkan untuk bahan dari keju, dosis maksimum sebesar 0,3 % atau 3 gram/kg bahan.
Asam Sitrat (citric acid)
Merupakan senyawa intermedier dari asam organik yang berbentuk kristal atau serbuk putih.
Benzoat (acidum benzoicum atau flores benzoes atau benzoic acid)
Benzoat yang biasa diperdagangkan adalah garam natrium benzoat, dengan ciri-ciri berbentuk serbuk atau kristal putih, halus, sedikit berbau, berasa payau, dan pada pemanasan yang tinggi akan meleleh lalu terbakar.
Bleng
Merupakan larutan garam fosfat, berbentuk kristal, dan berwarna kekuning- kuningan.
Unsur, Senyawa dan Campuran dapat kita beda-bedakan dilihat dari sifat kimia dan fisikannya. Kita dapat menemukan unsur dalam keadaan bebas, artinya unsur tersebut tidak bergabung dengan unsur lain membentuk senyawa. Namun demikian, di alam ini lebih banyak ditemukan unsur yang senantiasa mengadakan ikatan dengan unusr lain. Unsur-unsur demikian disebut dengan unsur yang reaktif. Apakah perbedaan antara unsur, senyawa dan campuran tersebut?
a.Perbedaan Unsur dan Senyawa
Unsur merupakan penyusun senyawa. Meskipun demikian, sifat-si
fat tidak dapat di temukan pada senyawa. Senyawa telah menjelma menjadi zat yang baru.
Contoh:
Reaksi adalah pembakaran antara logam magnesium (Mg) dan oksigen (O2), diperoleh zat baru yang disebut senyawa, yaitu:
Mg + O2 ——–> MgO
Pada reaksi tersebut, dihasilkan zat baru yang sifatnya berbeda dari unsur-unsur penyusunnya.
b. Perbedaan Unsur dan Campuran
Dalam suatu campuran yang terdiri dari beberapa unsur, sifat-sifat unusur dapat diidentifikasi/diketahui. Artinya, sifat-sifat unsur yang semula (awal) tidak berubah ketika unusur tersebut bercampur dengan unsur lain membentuk suatu campuran. hal ini dikarenakan proses pemebntukan campuran terjadi secara fisika.
Ada dua sifat campuran, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.
c. Perbedaan Senyawa dan Campuran
Komposisi unsur-unsur penyusun suatu campuran tidak tertentu sehingga kita tidak dapat menentukan rumus kimia suatu campuran. Berbeda halnya dengan senyawa yang memiliki komposisi penyusun yang tetap. Perbedaan senyawa dan campuran yang lain adalah pemisahan campuran pada umumnya dapat dilakukan secara fisika.
Pemisahan secara fisika adalah pemisahan suatu zat berdasarkan sifat-sifat fisika suatu benda yang meliputi ukuran partikel dan titik didih.
Contoh, pemisahan campuran batu dan pasir dilakukan dengan pengayakan.
Contoh lain, adalah pemisahan fraksi minyak bumi dilakukan dengan teknik Distilasi, yaitu pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih masing-masing komponen di dalam campuran.
Sedangkan, cara pemisahan senyawa menjadi zat-zat penyusunnya yang berupa unsur-unsur dilakukan secara kimia, artinya reaksi gerjadi pada tingkat molekuler yang melibatkan pengubahan, penataan, dan pengaturan kembali atom-atom penyusun senyawa tersebut. Contohnya, untuk mendapatkan Hidrogen dan Oksigen dari air dapat dilakukan dengan elektrolisis.
Reaksi elektrolisis, air secara sederhana dituliskan sbb:
H20 ——–> H + O
Materi adalah material fisik yang menyusun alam, yang bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Materi dapat berbentuk gas, cair, dan padat.
Contoh: udara, kapur, meja.
Kimia mempelajari komposisi, struktur dan sifat dari materi, serta perubahan kimia yang terjadi dari materi satu ke yang lainnya. Contoh: kayu terbakar menjadi arang.
Penyusun materi
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/04/skema-klasifikasi-materi1.jpg
Materi dapat tersusun dari substansi murni atau tunggal yang terdiri dari satu unsur atau beberapa unsur yang membentuk suatu senyawa. Materi juga dapat tersusun dari senyawa campuran, yang tercampur secara homogen atau heterogen.
skema-klasifikasi-materi1Skema klasifikasi materi
Substansi murni :
Materi yang mempunyai sifat dan komposisi tertentu.
Unsur :
Substansi murni yang tidak dapat dipisahkan menjadi sesuatu yang
lebih sederhana, baik secara fisika maupun kimia, mengandung satu jenis atom.
Contoh: hidrogen, oksigen.
Senyawa :
Terbentuk dari ikatan antara atom penyusunnya, dan dapat dipisahkan secara kimia menjadi unsur penyusunnya.
Contoh: air (H2O), gula, CaCO3.
Campuran :
Materi yang tersusun dari beberapa substansi murni, sehingga mempunyai sifat dan komposisi yang bervariasi.
Contoh: gula + air menghasilkan larutan gula, mempunyai sifat manis yang tergantung pada komposisinya.
Campuran homogen :
Mempunyai sifat dan komposisi yang seragam pada setiap bagian campuran, tidak dapat dibedakan dengan melihat langsung.
Contoh: garam dapur dan air.
Campuran heterogen :
Mempunyai sifat dan komposisi yang bervariasi pada setiap bagian campuran, dapat dibedakan dengan melihat langsung (secara fisik terpisah).
Contoh: gula dan pasir.
Campuran heterogen dapat digolongan dengkan menjadi 2 macam yaitu suspensi dan koloid.
Suspensi merupakan campuran antara zat padat dengan cairan atau gas di mana zat padat tersebut tidak larut. Contohnya campuran pasir dengan air dan sirup obat batuk.
Koloid merupakan campuran antara dua zat atau lebih di mana salah satu penysunnya tersebar dalam zat penyusun yang lain.
contoh ; debu, asap pembakaran, keju, awan, kabut, cat, tinta,susu, margarin dab tepung kanji dalam air. Pada susu butiran minyak tersbar dalam air, pada margarin butiran air tersebar dalam minyak.
Gambar di bawah menunjukkan sebagian permukaan bumi. Unsur aluminium, besi, oksigen, dan silikon merupakan 88% penyusun permukaan bumi dalam bentuk padatan. Air pada permukaan bumi dan dalam bentuk gas tersusun dari hidrogen dan oksigen. 99% udara tersusun dari nitrogen dan oksigen. Hidrogen, oksigen, dan karbon adalah 97% penyusun tubuh manusia.
gambar-permukaan-bumi-dan-u
Gambar Permukaan bumi dan udara
